Narkoba didominasi oleh kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Politeknik Pertanian dan Peternakan (Poltana) Mapena Tuban mengadakan sosialisasi sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan mahasiswa. Kalangan mahasiswa merupakan salah satu sasaran yang mudah bagi para pengendar dan bandar narkoba. Poltana Mapena Tuban secara tegas mendukung kegiatan BNN provinsi dalam memberantas dan mencegah penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN melalui penyuluh ahli muda BNN,  Nurhani, AMK mengungkapkan bahaya Narkoba sudah menyerang berbagai kalangan “Pengguna Narkoba sebagian besar adalah usia produktif yaitu 20-34 tahun, dan sekitar 22% merupakan mahasiswa yang mengalami penyalahgunaan narkoba, oleh karena itu pentingnya dilakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba  di kalangan mahasiswa” katanya pada Sabtu (08/10) di kampus Poltana Mapena Tuban.

 

Di samping itu, Hani menegaskan pula bahwa, “Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba nomor 2 di Indonesia setelah provinsi Jawa Barat. Hal inilah yang menjadi warning bagi masyarakat khususnya masyarakat Jawa Timur untuk sama-sama memberantas penyalahgunaan narkoba sejak dini dan di semua kalangan, kemudian Hani menjelaskan juga untuk Kabupaten Tuban menurut data dari BNN Provinsi Jawa Timur, penyalahgunaan narkoba paling banyak adalah jenis carnophen yang berbentuk pil dan kebanyakan di campur dengan minuman beralkohol”.

 

Dengan kerjasama antara BNN dengan kampus Poltana Mapena ini diharapkan membangun kesadaran mahasiswa dalam memerangi bahaya narkoba yang penyalahgunaannya semakin marak di Jawa Timur. Memberantas narkoba tak hanya menjadi tugas BNN, tapi seluruh lapisan masyarakat harus, dan bahaya narkoba adalah tugas kita bermasa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*