Bangkitkan Pertanian Terintegrasi dengan Pengembangan Sumber Daya Lokal Di Tuban dan Bojonegoro

By: Retna Dewi Lestari

Upaya pemanfataan sumber daya lokal dalam mewujudkan sentra agribisnis di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro dinilai masih kurang. Masih banyak potensi sumber daya lokal di sekitar Kabupaten Tuban dan Bojonegoro yang belum  dimanfaatkan secara optimal, seperti usaha ternak DOKA (Domba Kambing), serta adanya pemanfaatan secara terintegrasi. Dalam rangka mendukung pencapaian tersebut Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban, mengadakan kegiatan seminar regional dengan tema “ Integrasi Pertanian dan Peternakan Berbasis Sumber Daya Lokal dalam Rangka Mewujudkan Sentra Agribisnis di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro”.  Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, kelompok tani, pelaku usaha peternakan, serta perwakilan mahasiswa di universitas se Tuban dan Bojonegoro. Seminar regional ini terselenggara atas dukungan dari Majalah Trobos dan Majalah Agrina.

Wakil Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia, drh. Priyo Indrianto sebagai pembicara dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa “untuk menghasilkan ternak DOKA yang berkualitas dengan biaya terjangkau yang perlu diperhatikan adalah bibit, pakan, manajemen kandang, dan manajemen kesehatan. Disamping itu Priyo juga menegaskan bahwa “perlu adanya perubahan pola pikir peternak untuk mau berevolusi dari peternak menjadi pengusaha peternak, sehingga diharapkan mampu menghasilkan ternak yang berkualitas”.

Usaha integrasi pertanian dan peternakan merupakan salah bentuk dari pemanfaatan sumber daya lokal dan akan berdampak pada terjaganya ekosistem lingkungan, seperti yang diungkapkan oleh Kastam, S.P pembicara kedua dari acara tersebut.  Inisiator Komunitas Ngawi Organik Center ini memaparkan bahwa “ sistem pertanian organik mampu mengurangi kadar penggunaan pestisida dan pupuk kimia sampai 0 % dengan bertahap, sehingga berdampak pada kelangsungan ekosistem lingkungan dan bertujuan untuk kedaulatan pangan”.  Masalah yang paling sulit adalah mengajak petani untuk beralih ke pertanian organik, salah satu solusi untuk mengatasi  permasalahan tersebut adalah dengan memberikan bukti nyata bahwa pertanian organik yang terintegrasi akan memberikan banyak manfaat dibandingkan pertanian non organik”, imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar ini mampu memotivasi petani dan peternak di wilayah sekitar Kabupaten Tuban dan Bojonegoro untuk memanfaatkan sumber daya yang ada demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *